Review Weird Science (1985) : Fantasi Remaja yang Absurd, Nostalgia 80-an yang Menarik untuk Dikulik
Image : Weird Science/IMDb
Baru-baru ini saya menonton sebuah film klasik tahun 1985 yang disutradarai oleh John Hughes, berjudul Weird Science. Film ini merupakan bagian dari “High School Flashback Edition Trilogy” bersama The Breakfast Club dan Sixteen Candles, dua film coming-of-age ikonik lainnya dari Hughes.
Meskipun Weird Science tidak sepopuler dua judul tersebut, film ini tetap punya keunikannya tersendiri, terutama dari segi premis, gaya penceritaan, dan efek visual yang aneh tapi menarik. Di tulisan ini, saya akan membahas beberapa hal yang saya sukai (dan tidak saya sukai) dari film ini.
Apa yang Membuat Film Ini Menarik?
1. Premis yang Liar Tapi Menarik
Premis film ini bisa dibilang liar dan absurd. Bercerita tentang dua remaja laki-laki, Gary dan Wyatt, menciptakan seorang wanita sempurna menggunakan komputer karena mereka kesulitan mendapatkan perhatian dari perempuan. Wanita tersebut mereka beri nama Lisa, diperankan oleh Kelly LeBrock.
Secara logika, tentu saja ide ini tidak masuk akal. Tapi justru karena konsepnya begitu "di luar nalar", saya bisa lebih menerima semua hal aneh yang terjadi sepanjang film. Ini seperti menonton mimpi remaja yang jadi kenyataan, dengan bumbu sci-fi, humor, dan sedikit kekacauan.
2. Cerita yang Campur Aduk, Tapi Masih Menghibur
Dari sisi cerita, saya punya perasaan campur aduk. Di satu sisi, babak awal film dibangun cukup baik. Mulai dari latar dua karakter utama yang cupu dan terpinggirkan, hingga proses mereka menciptakan Lisa. Tapi mulai dari pertengahan film hingga akhir, cerita terasa semakin kacau dan bahkan sedikit melelahkan untuk diikuti.
Contohnya adalah adegan geng motor yang tiba-tiba masuk ke pesta di rumah Wyatt. Adegan ini tampaknya dimaksudkan untuk memperlihatkan pertumbuhan karakter utama tentang bagaimana mereka menjadi lebih berani namun terasa terlalu berlebihan dan awkward. Saya jadi penasaran bagaimana film ini akan ditutup, tapi dengan rasa “penasaran yang salah”.
3. Efek Visual yang Kreatif untuk Masanya
Untuk ukuran film tahun 1985, efek visualnya cukup mengesankan. Saya suka bagaimana Lisa menggunakan kekuatannya untuk mengubah berbagai hal di sekitar, dan terutama efek reverse yang muncul di akhir film. Efek ini memberi kesan magis yang cukup khas film sci-fi remaja era 80-an.
Hal-hal yang Mengganggu dalam Film Ini
1. Objektifikasi Perempuan
Meskipun Lisa adalah karakter kuat, pintar, dan karismatik, tidak bisa dipungkiri bahwa film ini sangat memosisikan perempuan sebagai objek fantasi laki-laki. Banyak adegan yang menunjukkannya dengan cukup eksplisit. Di era sekarang, pendekatan seperti ini tentu akan mengundang kritik dan saya rasa itu valid. Saya sendiri merasa agak tidak nyaman melihat beberapa adegan, meskipun saya bisa memaklumi bahwa ini adalah produk zamannya.
2. Akting yang Tidak Konsisten
Anthony Michael Hall sebagai Gary tampil cukup kuat, bahkan menjadi pusat energi film ini. Namun Ilan Mitchell-Smith sebagai Wyatt cenderung kaku, dan Bill Paxton sebagai Chet terasa terlalu over-the-top. Mungkin hal ini disengaja demi komedi, tapi tetap membuat beberapa adegan terasa janggal.
3. Script dan Dialog
Sebagian besar dialog terasa cukup tipikal dan tidak terlalu tajam. Beberapa penyelesaian konflik pun dibuat terlalu mudah. Tapi, ada juga beberapa momen komedi yang masih berhasil membuat saya tertawa jadi tidak sepenuhnya buruk.
Kesimpulan
Weird Science adalah film yang sangat terasa "80-annya" dari gaya busana, musik, hingga cara berpikir karakternya. Film ini bukan film yang sempurna, bahkan bisa dibilang salah satu karya John Hughes yang paling liar. Tapi jika kamu ingin bernostalgia dengan suasana sekolah menengah Amerika tahun 80-an, dengan bumbu sci-fi dan humor absurd, film ini layak untuk ditonton.
🎬 Rating saya: 6/10
Meski punya kelemahan dari sisi cerita, representasi gender, dan akting, premisnya yang unik dan nuansa klasiknya tetap menjadikan Weird Science sebagai salah satu bagian penting dari sejarah film remaja. Sebuah potret budaya pop yang tak terlupakan baik untuk dikenang maupun dikritisi.

Komentar
Posting Komentar